Senin, 15 Oktober 2012

Kalimat Argumentasi dan Kalimat Penalaran

          Argumentasi adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan agar pembaca mengikuti dan mengakui gagasan penulis. Karangan argumentasi banyak
mengemukakan alasan, contoh, atau bukti yang kuat.

          Penalaran adalah Proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. 
ARTIKEL 1
 
KPK: Pemberantasan Mafia Pajak Memang Seharusnya di Ranah Hukum
Hak angket mafia pajak gugur di paripurna setelah melewati proses voting yang ketat. Sebanyak 266 anggota DPR menolak penggunaan usulan hak penyelidikan tersebut.

Alie sambil mengetuk palu sidang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011) malam."Menyatakan usulan hak angket mafia pajak ditolak," ujar pimpinan sidang Marzuki
Fraksi yang menolak hak angket tersebut yakni, Fraksi Partai Demokrat, PKB, PAN, PPP, dan Gerindra total 266 suara. Sedangkan fraksi yang menerima hanya memperoleh 264 suara yakni Partai Golkar, PKS, PDIP, Hanura, dan 2 anggota PKB.

Voting tersebut dilakukan secara terbuka. Dengan demikian total suara yang menentukan nasib hak angket mafia pajak yakni 530 suara.

Keterangan kalimat:
Argumentasi : Alie sambil mengetuk palu sidang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011) malam."Menyatakan usulan hak angket mafia pajak ditolak," ujar pimpinan sidang Marzuki Fraksi yang menolak hak angket tersebut

Penalaran : Hak angket mafia pajak gugur di paripurna setelah melewati proses voting yang ketat. Sebanyak 266 anggota DPR menolak penggunaan usulan hak penyelidikan tersebut.

Sumber : http://www.detik.com/



 ARTIKEL 2


          BEKASI, KOMPAS.com - Setelah pencarian selama tiga jam, jasad Acil (6) ditemukan polisi dan warga sekitar tersangkut di tepi irigasi. Jaraknya 200 meter dari lokasi hanyutnya bocah tunawisma itu di Pintu Air RT 2 RW 7 Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
          "Saya temukan tersangkut di dasar pintu air, belum mengambang. Terus saya tarik kakinya," ujar Dedi, salah satu warga yang ikut mencari Acil," Selasa (22/2/2011) di Kota Bekasi.
Acil ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam keadaan kulit sudah bengkak dan membiru. Di kening kirinya, tampak luka lecet. Polisi menduga luka tersebut karena terbentur benda tumpul. Jenazah anak jalanan yang biasa berkeliaran di Stasiun Bekasi ini selanjutnya dibawa ke RSU Kota Bekasi untuk diotopsi. 
          Acil terbawa arus air irigasi, sekitar pukul 10.00 WIB di Pintu Air RT 2 RW 7 Harapan Mulia. Ia diduga terseret arus kali karena tidak pandai berenang. "Teman saya itu enggak bisa berenang dan sudah diperingatkan jangan main ke tengah kali," kata Jayaputra (10), rekan korban.
          Menurut Jayaputra, saat itu Acil bersama kawan-kawannya sesama anak jalanan lainnya sedang mandi usai tidur sejak semalam di Stasiun Bekasi. Tidur di peron stasiun dan bangun di siang hari untuk mandi di irigasi, kata Jayaputra, sudah jadi rutinitas mereka sehari-hari.

Keterangan kalimat:
Argumentasi :
-  Menurut Jayaputra, saat itu Acil bersama kawan-kawannya sesama anak jalanan lainnya sedang mandi usai tidur sejak semalam di Stasiun Bekasi. Tidur di peron stasiun dan bangun di siang hari untuk mandi di irigasi, kata Jayaputra, sudah jadi rutinitas mereka sehari-hari.
- "Saya temukan tersangkut di dasar pintu air, belum mengambang. Terus saya tarik kakinya," ujar Dedi, salah satu warga yang ikut mencari Acil," Selasa (22/2/2011) di Kota Bekasi.
Penalaran :
Setelah pencarian selama tiga jam, jasad Acil (6) ditemukan polisi dan warga sekitar tersangkut di tepi irigasi. Jaraknya 200 meter dari lokasi hanyutnya bocah tunawisma itu di Pintu Air RT 2 RW 7 Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
- Acil ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam keadaan kulit sudah bengkak dan membiru. Di kening kirinya, tampak luka lecet. Polisi menduga luka tersebut karena terbentur benda tumpul. Jenazah anak jalanan yang biasa berkeliaran di Stasiun Bekasi ini selanjutnya dibawa ke RSU Kota Bekasi untuk diotopsi.
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar