JAKARTA (Pos Kota) – Koperasi Jasa Keuangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK-PEMK) Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang memutar dana murni masyarakat sebagai anggota koperasi dianggap cukup berhasil. Pasalnya, dana murni yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib dan sukarela menjadi tambahan dana yang diturunkan pemda DKI Jakarta.
“Sejak dana koperasi digulirkan sekitar sepuluh bulan yang lalu kami pun membuat aturan sesuai dengan prosedur dalam tubuh koperasi. salah satu persyaratan anggota koperasi harus dapat menyimpan dana wajib dan pokok serta sukarelawan,” ujar Manger KJK-PEMK Sungai Bambu, M. Thahir.
Tujuan dari simpanan pokok, wajib dan sukarela adalah untuk kebaikan para anggota juga. Seperti simpanan sukarela mereka silakan saja menyimpan dana dikoperasi yang mana dana tersebut kapan pun bisa dimanfaatkan kembali oleh anggota.
“Hingga kini kami masih memanfaakan pengguliran dana pertama. Bukan berarti kami tidak mengharapkan pengguliran dana selanjutnya. Hemat kami kalau koperasi saja masih punya kas di Bank mengapa harus mengusulkan dana lagi,” ujar Thahir didampingi Sudarto MS, selaku pengelola koperasi. Sekaligus selaku penarik dana koperasi dimasyarakat sungai Bambu yang terdiri 14 RW.
Mereka mengaku KJK-PEMK Sungai Bambu terakhir menggulirkan pinjaman kepada pemanfaat dari kalangan usaha mikro sebesar Rp 50 juta, kemarin. Dana sebesar itu, untuk 13 pemanfaat dengan besar pinjaman Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. “Sebelumnya, pada bulan Agustus kami juga menggulirkan Rp 70 juta untuk 17 pemanfaat,” jelasnya.
Ia menjelaskan selama sepuluh bulan KJK berjalan dengan dana talangan Rp 540 juta kini sudah memiliki 304 anggota. Dan telah mengangsur dana talangan tersebut selama delapan kali dengan total Rp 180 juta.
“Sedangkan dana koperasi baik dana talangan maupun hasil simpanan pokok, wajib dan sukarela yang beredar di masyarakat sekitar Rp 800 juta. Alhamdulillah minat masyarakat untuk mengangsur kewajibanya sangat baik. Walaupun ada juga satu atau dua yang masih sulit pada saat penagihan oleh petugas KJK,” jelasnya.
(wandi/sir)
Sumber : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/06/kjk-pemk-putar-dana-murni-anggota
Analisis : Menurut saya, penggunaan dana yang dilakukan warga Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara sebagai anggota koperasi sudah sangat baik. Buktinya adalah bahwa selama sepuluh bulan KJK berjalan dengan dana talangan sebesar Rp 540 juta dan memiliki 304 anggota. Dan telah mengansur dengan total Rp 180 juta selama delapan bulan. Hal ini dapat tercapai karena memang tujuan dari koperasi ini adalah untuk kebaikan anggotanya sendiri, dimana mereka dapat menyimpan dan atau juga mengambil kembali untuk dimanfaatkan. Pengelolaan dananya sangat bagus karena masyarakat itu sendiri pun mematuhi system dan prosedur yang diberlakukan sehingga dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Semoga untuk tahun-tahun berikutnya koperasi ini dapat selalu berkembang dan semakin bisa mensejahterakan seluruh anggotanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar